Seminar Anti Joker

Assalammualaikum wr.wb.

Pada tanggal 4 November, Atas seizin Allah salah satu siswi humaira, Savira Afifah, mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah seminar yang diselenggarakan oleh ESQ yang berjudul : “Anti Joker” fenomena bullying&solusi penyakit mental. Selain itu, Savira tidak sendiriran. Dia juga idampingi oleh Kak Tami, kakak asrama di humaira.

Seminar tersebut bertempat di Menara 165, tepatnya di ESQ Businesss School lantai 18. Seminar tersebut langsung dipimpin oleh Dr. H.C Ary Ginanjar, founder ESQ sendiri. Tentunya beliau pun tidak sendirian, didampingi oleh beberapa MC, Coach dan Trainer.

Acara dimulai dengan menonton cuplikan trailer film Joker. Setelah itu, Pak Ary mengajak masing-masing kita semua untuk memetik kesimpulan apa yang terjadi dengan Arthur (nama asli Joker dalam film tersebut) menjadi Joker. Beberapa penonton mengungkapkan pandangan mereka masing-masing yang jika diambil kesimpulan adalah:

  1. Joker adalah orang yang krisis akan eksistensi diri. Tidak jelas bapaknya siapa, dia terus mencari siapakah jati dirinya yang sesungguhnya.
  2. Joker adalah orang normal yang bersaha berkontribusi berbuat baik di lingkungannya dengan menghibur. Namun lingkungan menolaknya, kemudian melecehkannya.

Pada intinya, Joker menginginkan Eksistensi , cinta dan bahkan kontribusi yang harusnya bisa direspon dengan baik.

Joker adalah seorang laki-laki yang mencari cinta dan eksistensi dan berusaha berkontribusi, namun lingkungan yang individualis menjadikannya salah satu korban yang tersakiti. Kemudian joker yang sudah lama memendam rasa sakitnya tersebut, berubah dari yang mulanya adalah sosok yang berusaha membuat orang senang, menjadi sosok yang brutal, sadis dan senang menimbulkan kesusahan dan kericuhan. Maka sejak itu lahirlah kalimat “orang jahat adalah orang baik yang tersakiti.”

Lalu pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari kisah joker ini?

Pak Ary menjelaskan ada sebuah piramida yang menggambarkan tingkat kebutuhan manusia. Tingkat pertama terbawah adalah kepastian. Bahwa setiap orang membutuhkan kepastian untuk hidup. Seperti Pekerjaan, Pendidikan, dan tempat tinggal. Tingkat kedua adalah tantangan. Setelah manusia mendapatkan kepastian, manusia akan bosan dan mencari tantangan. Kemudian di tingkat ketiga manusia membutuhkan eksisitensi diri. Manusia selalu ingin terlihat jati dirinya. Diakui serta diperhatikan oleh lingkungannya. Yang keempat adalah relasi dan cinta. Manusia senantiasa bergaul dengan lingkungannya yang akhirnya menciptakan berbagai macam jenis relasi/hubungan. Dan dengan adanya relasi tersebut, tumbuhlah rasa cinta. Yang kelima adalah perkembangan. Ya, manusia secara otomatis akan menginginkan perkembangan. Terus bertambah baik, bertambah cakap. Tingkat keenam ialah kontribusi. Biasanya, setelah berbagai kebutuhannya tercukupi manusia secara alamiah akan mengingkan dirinya berguna bagi lingkungannya. Menginginkan sebuah kontribusi bagi manusia dan makhluk lain.

Kita, dan sebagian besar manusia lainnya di muka bumi adalah manusia yang sedang mendaki piramida tersebut. kita senantiasa diajarkan sedari kecil untuk mencari kepastian, berusaha menyelesaikan tantangan, menunjukkan eksistensi, menciptakan sebuah relasi dan menumbuhkan cinta terus menerus menginginkan perkembangan serta dan puncaknya adalah mengembangkan kontribusi. Kita tanpa sadar, menjadikan enam pilar tersebut sebagai tujuan hidup. Dan ketika salah satun atau beberapa hilang, kita terguncang dan pada puncaknya hidup kita menjadi hancur.

Hal itulah yang dialami oleh joker dan bahkan kita semua tentunya! Joker merasa hancur karena tidak mendapatkan beberapa kebutuhan diatas. Namun tentunya kita dapat melakukan hal yang lebih buruk lagi ketimbang yang joker lakukan. kita dapat merasa hancur dan memutuskan untuk mengakhiri hidup atau minimal menjalani hidup dengan penuh derita.

Kita dapat menjadi hancur kapan saja karena sebenarnya kita melupakan satu tingkat lagi teratas. Yaitu makna tujuan. Kita lupa mencari makna tujuan dari hidup ini. sehingga kita menjadi begitu kosong dan rapuh. Kita mudah terpengaruh dengan kondisi hidup. Kita tidak bisa bisa membentengi diri karena kita puntidak tahu betul untuk apa kita dilahirkan di dunia ini.

Maka karena itu beberapa dari mereka yang kita anggap selama ini kaya,sukses dicintai dan dikagumi banyak orang, yang bahkan sudah berkontribusi bagi masyarakat memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri.

Sebagai seorang muslim selain memiliki makna dan tujuan hidup, kita juga memiliki Grand Why hidup yaitu mengabdi pada rabb kita, Allah SWT. Itulah sebabnya kita menjadi kuat. Bahkan ketika keenam tingkat tersebut hilang dan tidak kita miliki, kita masih dapat bertahan hidup karena tujuan hidup kita adalah mencari ridho tuhan kita. Kesimpulannya adalah seharusnya kita memulai hidup dari tingkat ke tujuh, dari tujuan hidup, bukan dari mencari kepastian hidup.

Selain itu Pak Ary juga menjelaskan bahwa ada beberapa penyakit mental joker . salah satunya adalah Fear dan Suffer. Pertama kita selalu merasa menderita Karena merasa kurang, merasa kehilangan dan merasa tidak pernah menggapai sesuatu yang kita inginkan. Ada dua hal mengobatinya. Pertama, ubahlah ekspertasi yang terlalu tinggi menjadi bentuk apresiasi atau simplenya adalah kita mensyukuri apa yang kita miliki sekarang. selain itu, temukan grand why kita masing-masing.

Setelah menyampaikan banyak hal, pak ary pun menyimpulkan bahwa ada tiga hal yang dapat kita lakukan setelah ini. pertama, jangan biarkan diri kita menjadi ‘joker’ yang kedua bagaimana caranya agar kita menciptakan lingkungan yang anti joker. Dan yang ke tiga adalah bagimana menyembuhkan orang lain yang sudah terjangkit virus ‘joker’.

Sekian,terimakasih.


Posted on: 12 Nov 2019, by: Humaira


Berita Lainnya

Kunjungan Salsabila Tahfidz Boarding School

Assalammualaikum wr.wb. Alhamdulillah…

Read More

Qur'an Camp

Assalamualaikum Wr. Wb Alhamdulillah…

Read More

Seminar Anti Joker

Assalammualaikum wr.wb. Pada…

Read More

Tabligh Akbar di Masjid Islamic Centre Ar-Rahmah

Assalammualaikum.Wr.Wb. Atas…

Read More

Training ESQ for Teens

Assalamuaalaikum wr.wb Alhamdulillah…

Read More

Personal Selling

Assalamualaikum wr.wb Atas…

Read More

Ramadhan Camp

Alhamdulillah, atas perkenan Allah, Rumah Edukasi Muslimah (Rekam) “Humaira”…

Read More

Pelatihan Penanaman Nilai-Nilai Kehidupan

Atas izin dan rahmat Allah SWT, pada pekan kedua bulan ini The House of Humaira mendapatkan materi…

Read More

Mengawali Program Tahun Ajaran baru dengan Berbenah

Awal Juli 2019, muslimah Humaira mulai kembali beraktivitas. Siswi baru selevel SMP pun bergabung…

Read More

Kunjungan dari Pengajar Pondok Tahfidz Era Mart Samarinda

Selasa, 13 November 2018 malam hari--sekitar ba’da isya—rumah edukasi kepribadian muslimah Humaira kedatangan tamu…

Read More